i didn’t mean it
Saya harus belajar untuk diam.
Lebih baik saya menyimpan semua perkara dalam hati saja daripada membangkitkan kesalahpahaman dan emosi orang lain. Biar saya saja yang diam dan terhanyut dalam keterpurukan diri daripada anda-anda sekalian harus ikut terpuruk bersama saya.
Maaf kalo cara bicara saya yang biasa ini bikin anda-anda tersinggung. Sungguh bukan maksud saya untuk begitu. Nada suara saya memang begini, sedikit melengking, penuh ekspresi, dan sering terdengar tidak sinkron dengan apa yang saya rasakan. Saya seringkali dikira marah-marah padahal tidak sama sekali -_-. Efek muka saya yang keliatan jutek juga kayaknya, bisa membuat anda-anda sekalian makin emosi kalo liat saya ngomong. Ya gimana lagi, sudah begini dari sananya. Harap maklum ya. Apalagi ditambah dengan skill komunikasi saya yang rendah. Perfecto!
Diam saja lah. toh, banyak yang bisa bicara dengan lebih amat sangat baik daripada saya. Saya mah curhat aja di tumblr. *cium layar laptop*